Nama : Ade Rizal Tosi
Kelas : 4ID03
NPM : 30411133
Tugas Kedua
1. Sebutkan dan jelaskan tujuan perencanaan organisasional ?
Perencanaan
adalah proses menentukan bagaimana organisasi dapat mencapai tujuannya, dimana
ditujukan pada tindakan yang tepat melalui melalui proses analisa, evaluasi,
seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang diprediksi terlebih dahulu.
Pengorganisasian
adalah suatu proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya
dalam sistem manjemen. Penggunaan yang teratur tersebut menekankan pada
pencapian tujuan sistem manajemen dan membantu wirausahawan tidak hanya dalam
pembuatan tujuan yang nampak tetapi juga didalam menegaskan sumber daya yang
akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
Tujuan
Perencanaan adalah membentuk usaha yang terkoordinasi dalam organisasi. Perencanaan
Organisasional mempunyai dua tujuan :
1) Tujuan Perlindungan (Protective)
: meminimisasikan resiko dengan mengurangi ketidakpastian di sekitar kondisi
bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan.
2) Tujuan Kesepakatan (Affirmative)
: meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional.
2. Henry Fayol mengemukakan enam belas garis pedoman umum ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya, sebutkan ?
1) Menyiapkan dan melaksanakan
rencana operasional secara bijaksana.
2)
Mengorganisasi
faset kemanusiaan dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan, sumber daya, dan
kebutuhan dari per soalan tersebut.
3)
Menetapkan
wewenang tunggal, kompeten, enerjik, dan menuntun.
4)
Mengkoordinasi
semua aktivitas-aktivitas dan usaha-usaha.
5)
Merumuskan
keputusan yang jelas, berbeda, dan tepat.
6)
Menyusun
seleksi yang efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh seorang
manajer yang kompeten, enerjik, dan tiap-tiap karyawan ditempatkan pada tempat
dimana dia bisa menyumbangkan tenaganya secara maksimal.
7)
Mendefinisikan
tugas-tugas.
8)
Mendorong
inisiatif dan tanggung jawab.
9)
Menberikan
balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan.
10) Memfungsikan sanksi terhadap
kesalahan dan kekeliruan.
11) Mempertahankan disiplin.
12) Menjamin bahwa kepentingan
individu konsisiten dengan kepentingan umum dari organisasi.
13) Mengakui adanya satu komando.
14) Mempromosikan koordinasi dahan
dan kemusiaan.
15) Melembagakan dan memberlakukan
pengawsan.
16) Menghindari adanya pengaturan,
birokrasi, dan kertas kerja.
3. Sebutkan keuntungan dan kerugian dalam pembagian tenaga kerja.
Keuntungan
:
1) Pekerja berspesialisasi dalam
tugas tertentu sehingga keterampilan dalam tugas tertentu meningkat.
2)
Tenaga
kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain.
3)
Pekerja
memusatkan diri pada satu pekerjaan dan membuat pekerjaan lebih mudah dan
efisien.
4) Pekerja hanya perlu mengetahui
bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan produk.
Kerugian
:
1) Pembagian kerja hanya dipusatkan
pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia
2) Kerja yang terspesialisasi
cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi
menurun.
4. Menurut Chester Barnard akan makin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang apabila terdapat hal-hal mengenai? Sebutkan.
1) Saluran formal dari komunikasi
digunakan oleh manajer dan dikenal semua anggota organisasi.
2)
Tiap
anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia
menerima perintah.
3)
Lini
komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung.
4)
Rantai
komando yang lengkap.
5)
Manajer
memiliki keterampilan komunikasi yang memadai.
6)
Manajer
menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional.
7) Suatu perintah secara otentik
memang berasal dari manajer.
Jenis-Jenis
Wewenang :
1) Wewenang Lini.
2)
Wewenang
Staf.
3) Wewenang Fungsional.
Delegasi
Terdapat tiga langkah dalam proses pendelegasian :
Terdapat tiga langkah dalam proses pendelegasian :
1) Membebankan semua kewajiban
tertentu pada individu.
2)
Proses
pendelegasian melibatkan pemberian wewenang yang semestinya kepada bawahan.
3) Penciptaan kewajiban pada bawahan
untuk melaksanakan kewajiban yang dibebankan
Kendala
bagi proses pendelegasian
1) Kendala yang berhubungan dengan
penyelia.
2)
Kendala
yang berhubungan dengan bawahan.
3) Kendala yang berhubungan dengan
organisasi.
Nama : Ade
Rizal Tosi
Kelas : 4ID03
NPM : 30411133
1. Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira
berarti : pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah
berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat
sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini
baru dari segi etimologi (asal usul kata). Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk
baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk
baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya. Wirausahawan (bahasa
Inggris: entrepreneur) adalah orang
yang melakukan aktivitas wirausaha dicirikan dengan pandai atau berbakat
mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk
pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
Tiga jenis perilaku wirausaha yaitu:
·
Wirausaha yang memiliki inisiatif
·
Wirausaha yang mengorganisir mekanisme sosial
dan ekonomi untuk
menghasilkan sesuatu
menghasilkan sesuatu
·
Menerima resiko atau kegagalan
2.
Kunci penting seorang wirausahawan adalah berpikir
kreatif, inovatif, berani mengambil resiko dan tidak mudah putus asa.
Karakteristik menurut Mc Clelland:
·
Keinginan untuk berprestasi
·
Keinginan untuk bertanggung jawab
·
Preferensi kepada resiko-resiko menengah
·
Persepsi kepada kemungkinan berhasil
·
Rangsangan oleh umpan balik
·
Aktivitas energik
·
Orientasi ke masa depan
·
Keterampilan dalam pengorganisasian
·
Sikap terhadap uang
·
Karakteristik wirausahawan yang sukses
dengan n Ach tinggi :
·
Kemampuan inovatif
·
Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
·
Keinginan untuk berprestasi
·
Kemampuan perencanaan realistis
·
Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
·
Obyektivitas
·
Tanggung jawab pribadi
·
Kemampuan beradaptasi
·
Kemampuan sebagai pengorganisasi dan
administrator
3. Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi
menurut Mc Clelland, yaitu:
a. Kebutuhan untuk berprestasi (nAch)
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi,
karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian
tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam
pekerjaan. Contohnya, Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya
sebagai bentuk reward terhadap usaha yang dilakukannya tersebut.
b. Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afi)
Kebutuhan untuk Berafiliasi atau
Bersahabat (n-AFI). Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan
antar pribadi yang ramah dan akrab. Contohnya Seorang yang memiliki keinginan
untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan
dengan pihak lain.
c. Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan
akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam
suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian
atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi
orang lain.Contohnya, seorang atasan ingin dapat mengendalikan dan
mempengaruhi bawahannya, dimana para karyawannya berperilaku sesuai yang
diinginkan oleh atasan tersebut.
4. Sumber-sumber gagasan dalam identifikasi
peluang usaha baru, yaitu:
·
Kebutuhan akan sumber penemuan.
·
Hobi atau kesenangan pribadi.
·
Mengamati kecenderungan-kecenderungan.
·
Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa
yang ada.
·
Kegunaan lain dari barang-barang biasa.
·
Pemanfaat produk dari perusahaan lain.
5. Unsur dasar analisa pulang pokok antara lain:
- Biaya
tetap biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran perubahan volume
kegiatan tertentu.Besar kecilnya biaya tetap dipengaruhi oleh kondisi
perusaha an jangka panjang, teknologi dan metode serta strategi manajemen.
- Biaya
variabel: biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan
volume kegiatan
- Biaya
total: keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produksi
dalam proses input otput.
- Pendapatan
total
- Keuntungan
- Kerugian
- Titik
pulang pokok
6. Pembagian dalam bentuk-bentuk kepemilikan diantaranya yaitu:
·
Kepemilikan perseorangan, dimiliki dan
dijalankan oleh 1 orang, sehingga
laba yang diterima tidak perlu dibagi-bagi,
laba yang diterima tidak perlu dibagi-bagi,
·
Kepemilikan kongsi, dimiliki dan dijalankan oleh
2 orang atau lebih,
kepemilikan bersama atas harta, umur perusahaan terbatas, adanya
pembagian laba,
kepemilikan bersama atas harta, umur perusahaan terbatas, adanya
pembagian laba,
·
Perusahaan perseroan, perusahaan yang memiliki
badan hukum, kewajiban
pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang dimilikinya, kepemilikan
perusahaan dapat berpindah tangan, eksistensi relatif stabil.
pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang dimilikinya, kepemilikan
perusahaan dapat berpindah tangan, eksistensi relatif stabil.
7. Langkah-langkah penyediaan sumber daya
manusia :
1. Perekrutan karyawan
Penarikan tenaga kerja adalah langkah pertama di dalam menyediakan sumber daya manusia bagi organisasi kewiraswastaan setiap kali terdapat posisi yang kosong.
2. Seleksi calon karyawan
Seleksi tenaga kerja adalah penyaringan awal dari calon sumber daya manusia yang tersedia untuk mengisi suatu posisi. Tujuannya adalah untuk memperkecil hingga jumlah yang relatif sedikit calon karyawan dari mana seseorang akhirnya akan disewa.
3. Pelatihan karyawan
Pelatihan karyawan adalah keterampilan yang diajarkan pihak perusahaan kepada karyawannya.
4. Penilaian hasil kerja
Penilaian tentang hasil kerja yang telah dilakukan oleh karyawannya, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.
SUMBER DARI SUMBER DAYA MANUSIA
Sumber dari dalam organisasi :
• Karier
Karir pekerjaan dari seorang karyawannya yang begitu meningkat, memungkinkan karyawan tersebut akan mengisi posisi yang kosong.
• Promosi jabatan, promosi dari dalam biasanya mempunyai keuntungan (1) membangun moral, (2) mendorong karyawan untuk bekerja lebih keras dengan harapan akan mendapatkan promosi, dan (3) membuat individu cendrung tinggal dengan organisasi kewiraswastaan tertentu karena kemungkinan promosi di masa depan.
• Rotasi jabatan
Rotasi jabatan bisa dilakukan apabila itu diperlukan untuk kepentingan perusahaan.
Sumber dari luar organisasi :
• Para pesaing
Satu sumber eksternal sumber daya manusia yang umumnya terbuka adalah organisasi kewiraswastaan pesaing. Karena terdapat beberapa keuntungan membajak sumber daya manusia dari pesaing, tipe pembajakan ini telah menjadi praktek yang umum.
Diantara keuntungan-keuntungannya adalah: (1) pesaing akan harus membayar pelatihan individu sampai saat penyewaan, (2) organisasi kewiraswastaan pesaing mungkin akan agak diperlemah dengan kehilangan individu, dan (3) sekali disewa, individu menjadi sumber informasi yang berharga mengenai bagaimana cara terbaik bersaing dengan bekas organisasinya
• Badan/agen penempatan kerja
Suatu agen penempatan kerja adalah suatu organisasi yang mengkhususkan diri di dalam menyesuaikan individu dengan organisasi. Agen-agen tersebut membantu orang-orang untuk menemukan pekerjaan dan organisasi yang memerlukan tenaga kerja.
• Lembaga pendidikan, beberapa wiraswastawan pergi secara langsung ke perguruan tinggi untuk mewawancarai mahasiswa-mahasiswa yang mendekati kelulusan. Sekolah bisnis, sekolah teknik, sekolah seni, dan lain-lain mempunyai sumber daya manusia yang agak berbeda untuk ditawarkan. Usaha penarikan tenaga kerja hendaknya dipusatkan pada sekolah-sekolah dengan kemungkinan tertinggi untuk menyediakan sumber daya manusia semestinya bagi posisi lowong.
• Mass media informasi
Mungkin sumber tenaga kerja manusia yang potensial yang paling luas adalah pembaca dari publikasi-publikasi tertentu. Untuk bisa menemukan sumber ini,
wiraswastawan bisa memasang iklan pada media masa. Iklan tersebut hendaknya menguraikan posisi yang lowong secara mendetail dan mengumumkan bahwa organisasi kewiraswastaan menerima lamaran dari individu yang memiliki kualifikasi. Tipe posisi yang hendak diisi
menentukan tipe publikasidi mana suatu iklan hendak dipasang.
Seleksi
Adalah pemilihan individu untuk disewa dari semua individu-individu yang telah direkrut
Tahap-Tahap Proses Seleksi
• Penyaringan Pendahuluan dari rekaman, berkas data, dll
• Wawancara Pendahuluan
• Tes Kecerdasan (intelegence)
• Tes Bakat (Aptitude)
• Tes Kepribadian (Personality)
• Rujukan Prestasi (Performance References)
• Wawancara Dianostik
• Pemeriksaan Kesehatan
• Penilaian Pribadi
1. Perekrutan karyawan
Penarikan tenaga kerja adalah langkah pertama di dalam menyediakan sumber daya manusia bagi organisasi kewiraswastaan setiap kali terdapat posisi yang kosong.
2. Seleksi calon karyawan
Seleksi tenaga kerja adalah penyaringan awal dari calon sumber daya manusia yang tersedia untuk mengisi suatu posisi. Tujuannya adalah untuk memperkecil hingga jumlah yang relatif sedikit calon karyawan dari mana seseorang akhirnya akan disewa.
3. Pelatihan karyawan
Pelatihan karyawan adalah keterampilan yang diajarkan pihak perusahaan kepada karyawannya.
4. Penilaian hasil kerja
Penilaian tentang hasil kerja yang telah dilakukan oleh karyawannya, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.
SUMBER DARI SUMBER DAYA MANUSIA
Sumber dari dalam organisasi :
• Karier
Karir pekerjaan dari seorang karyawannya yang begitu meningkat, memungkinkan karyawan tersebut akan mengisi posisi yang kosong.
• Promosi jabatan, promosi dari dalam biasanya mempunyai keuntungan (1) membangun moral, (2) mendorong karyawan untuk bekerja lebih keras dengan harapan akan mendapatkan promosi, dan (3) membuat individu cendrung tinggal dengan organisasi kewiraswastaan tertentu karena kemungkinan promosi di masa depan.
• Rotasi jabatan
Rotasi jabatan bisa dilakukan apabila itu diperlukan untuk kepentingan perusahaan.
Sumber dari luar organisasi :
• Para pesaing
Satu sumber eksternal sumber daya manusia yang umumnya terbuka adalah organisasi kewiraswastaan pesaing. Karena terdapat beberapa keuntungan membajak sumber daya manusia dari pesaing, tipe pembajakan ini telah menjadi praktek yang umum.
Diantara keuntungan-keuntungannya adalah: (1) pesaing akan harus membayar pelatihan individu sampai saat penyewaan, (2) organisasi kewiraswastaan pesaing mungkin akan agak diperlemah dengan kehilangan individu, dan (3) sekali disewa, individu menjadi sumber informasi yang berharga mengenai bagaimana cara terbaik bersaing dengan bekas organisasinya
• Badan/agen penempatan kerja
Suatu agen penempatan kerja adalah suatu organisasi yang mengkhususkan diri di dalam menyesuaikan individu dengan organisasi. Agen-agen tersebut membantu orang-orang untuk menemukan pekerjaan dan organisasi yang memerlukan tenaga kerja.
• Lembaga pendidikan, beberapa wiraswastawan pergi secara langsung ke perguruan tinggi untuk mewawancarai mahasiswa-mahasiswa yang mendekati kelulusan. Sekolah bisnis, sekolah teknik, sekolah seni, dan lain-lain mempunyai sumber daya manusia yang agak berbeda untuk ditawarkan. Usaha penarikan tenaga kerja hendaknya dipusatkan pada sekolah-sekolah dengan kemungkinan tertinggi untuk menyediakan sumber daya manusia semestinya bagi posisi lowong.
• Mass media informasi
Mungkin sumber tenaga kerja manusia yang potensial yang paling luas adalah pembaca dari publikasi-publikasi tertentu. Untuk bisa menemukan sumber ini,
wiraswastawan bisa memasang iklan pada media masa. Iklan tersebut hendaknya menguraikan posisi yang lowong secara mendetail dan mengumumkan bahwa organisasi kewiraswastaan menerima lamaran dari individu yang memiliki kualifikasi. Tipe posisi yang hendak diisi
menentukan tipe publikasidi mana suatu iklan hendak dipasang.
Seleksi
Adalah pemilihan individu untuk disewa dari semua individu-individu yang telah direkrut
Tahap-Tahap Proses Seleksi
• Penyaringan Pendahuluan dari rekaman, berkas data, dll
• Wawancara Pendahuluan
• Tes Kecerdasan (intelegence)
• Tes Bakat (Aptitude)
• Tes Kepribadian (Personality)
• Rujukan Prestasi (Performance References)
• Wawancara Dianostik
• Pemeriksaan Kesehatan
• Penilaian Pribadi
Sungai Siak merupakan
salah satu sungai yang terdalam di Indonesia, yaitu memiliki kedalaman ± 20-30
meter. Sungai Siak memiliki panjang bentangan ± 300 kilometer yang melewati
empat wilayah administrasi kabupaten dan satu wilayah administrasi kota yaitu
Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar dan
kota Pekanbaru dimana seluruh aliran Sungai Siak berada dalam wilayah
administrasi Propinsi Riau. Hal inilah yang menjadikan Sungai Siak menjadi
sungai spesifik Riau. Kondisi Sungai Siak saat ini termasuk dalam kategori
kritis. Hal ini dilihat dari indikasi berupa kawasan rawan banjir dan longsor,
erosi, pendangkalan dan penurunan kualitas air akibat pencemaran. Perubahan
kualitas lingkungan Sungai Siak disebabkan oleh semakin pesatnya pertumbuhan
penduduk dan pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan semakin meningkatnya
kegiatan industri, pelabuhan dan limbah domestik perkotaan.
Pencemaran di Sungai
Siak disinyalir disebabkan oleh banyaknya industri yang membuang limbahnya
langsung ke Sungai Siak. Selain itu limbah domestik dari kegiatan perkotaan
juga sangat berpengaruh terhadap penurunan kualitas lingkungan sungai. Kegiatan
pelayaran yang tinggi juga telah menyebabkan semakin tertekannya Sungai Siak,
terutama yang berada dalam wilayah administrasi Kota Pekanbaru yang merupakan
wilayah sungai dengan intensitas kegiatan yang sangat tinggi. aktivitas
industri, limbah perkotaan di sepanjang perairan dapat memberikan dampak buruk terhadap
perairan tersebut yang ditandai dengan masuknya sejumlah beban pencemar
termasuk logam berat ke dalam lingkungan perairan yang menyebabkan terganggunya
ekosistem dan degradasi lingkungan. Mengingat efek negatif yang dapat
ditimbulkan dari keberadaan logam berat yang berada di perairan Sungai Siak, pencemaran
yang ditinjau dari parameter logam berat di Sungai Siak. yang berada di wilayah
administrasi Kota Pekanbaru.
TUGAS
KELOMPOK
PENGETAHUAN
LINGKUNGAN
PERTAMBAHAN
PENDUDUK DAN LINGKUNGAN PEMUKIMAN DI JAKARTA
Disusun
Oleh :
Nama/NPM
: Ade Rizal Tosi /30411133
Muhammad Indra S /34411873
Rendy Wahyu Adia /35411969
Dosen :
Dian Putri Kemala
JURUSAN
TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
BEKASI
2014
Pertumbuhan penduduk
yang terjadi di indonesia yang terus bertambah tiap tahunnya tanpa adanya
penanganaan dari pemerintah telah menyebabkan beberapa dampak yang
menghawatirkan karena minimnya lingkungan hidup yang dapat ada hasil yang
terjadi akibat dari hal tersebut muculnya pemukiman pemukiman liar yang ada
dimana mana seperti pada gambar berikut ini.
Dampak
lingkungan tempat tinggal liar seperti ini hanya akan menyebabkan rusaknya
lingkungan hidup di sekitarnya yang menyebakan tumbuhnya wabah penyakit.
Dengan kepadatan
penduduk DKI Jakarta tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia,dimanatahun
2012 kepadatan penduduk di provinsi DKI Jakarta adalah sebesar 14.996 jiwa
per Km2 apabila dibandingkan tahun 2011 yaitu 14.739 jiwa per Km2maka
terjadi peningkatan rata-rata sebesar 257jiwa per Km2,maka air merupakan salah
satu kebutuhan yang cukup vital dalam kehidupan setiap makhluk hidup termasuk
manusia/penduduk. Pertumbuhan penduduk yang pesat dan meningkatnya aktivitas
serta derajat kehidupan di DKI Jakarta harus diikuti oleh pemenuhan kebutuhan
terhadap air bersih.Kegunaan air bersih bagi manusia dan sebagian besar
penduduk terutama untuk kepentingan rumah tangga, industri, pertanian dan
lainnya. Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane adalah sungai yang mengalir di DKI
Jakarta, bersama 11 sungai lainnya.Sebagian dari 13 sungai tersebut diolah oleh
PDAM untuk dialirkan ke rumah tangga, perusahaan dan tempat-tempat umum
lainnya.Sumber air dan badan-badan air di DKI Jakarta dinilai telah tercemar
untuk kebutuhan air bersih dan kontinuitasnya juga kurang terjamin. Pada musim
kemarau debit air yang mengalir terlalu kecil bahkan cenderung kotor. Sedangkan
pada musim hujan, air melimpah sering tidak tertampung dan mengakibatkan pipa
saluran air bersih pecah dan bocor, sehingga menimbulkan banjir.
Sumber: http://bplhd.jakarta.go.id/slhd2012/Docs/Lap_SLHD/Lap_3B.htm
Dampak
lingkungan yang terjadi dalam hal ini tidak jauh karena faktor ekonomi yang
sangat memprihatinkan karena banyaknya pengangguran yang ada di indonesia serta
mahalnya harga sebuah tempat bagi mereka yang tidak mampu serta dari pola pikir
kebanyakan orang yang tidak tinggal di pinggiran sungai ini tidak pernah
memikiran biaya serta kebutuhan mereka sebagai manusia dengan hidup dengan
berpedoman KB (keluarga berencana) yang hanya memiliki 2 anak, mereka hanya
memikirkan tentang kehidupan mereka sendiri tanpa melihat dampak yang akan
terus berkelanjutan apabila kebanyakan penduduk terus seperti ini.
Berdasarkan
tabel ini pertumbuhan penduduk dari tiap tahun terus bertambah dan hanya
memliki penurunan sedikit dari hasil yang terus seperti ini hanya akan menimbulkan
dampak lingkungan dan pemukiman yang semakin tidak terkontrol, seharusnya dari pemerintahan
sesegera melakukan penertiban lingkungan dengan cara yang sangat efektif dan
hal ini sudah dilakukan di banyak negara seperti cina yang mealokasikan sebuah
tempat tinggal sebuah rumah susun (Rusun) karena metode ini merupakan metode
yang paling efektif untuk menyusun sebuah tata letak sebuah pemukiman yang
lebih baik dibandingkan tempat tinggal yang tidak karuan yang berada di
pinggiran sungai yang sangat berbahaya apabila rumah-rumah tersebut rubuh
karena faktor cuaca angin atau sebuah gempa yang sedang melanda.
Kondisi Udara di Riau
Membahayakan
NEFOSNEWS,
Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau kembali meluas. Akibatnya
asap mulai pekat dan kondisi udara di beberapa wilayah di Riau kini kembali
pada tingkat yang membahayakan.
Dari data Satgas Tanggap Darurat Asap Riau di
Pekanbaru, indeks pencemaran udara yang terpantau pada Rabu (26/03/2014) di
daerah Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, mencapai angka 500 Psi (pollutant standar
indeks). Dengan indeks di atas angka 300, dapat dikatakan polusi udara pada
level "Berbahaya" (hazardous).
Selain itu ada beberapa wilayah lain yang kualitas udaranya mulai tidak sehat. Berdasarkan pantauan dua alat indeks pencemaran udara milik perusahaan PT Chevron Pacific Indonesia di Duri, Kabupaten Bengkalis menunjukkan angka 105 dan 156. Indeks pencemaran di daerah Libo juga mencapai 169, dan di Minas Kabupaten Siak mencapai 101.
"Riau memang kembali berasap," ujar Agus Wibowo, Kepala Divisi Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sementara dari hasil pantauan satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA)-18 pada Selasa (25/03/2014) pukul 18.00 WIB terdapat 41 titik panas (hotspot). Jumlah ini meningkat dari pantauan sehari sebelumnya yang hanya memantau 5 titik panas.
Selain itu ada beberapa wilayah lain yang kualitas udaranya mulai tidak sehat. Berdasarkan pantauan dua alat indeks pencemaran udara milik perusahaan PT Chevron Pacific Indonesia di Duri, Kabupaten Bengkalis menunjukkan angka 105 dan 156. Indeks pencemaran di daerah Libo juga mencapai 169, dan di Minas Kabupaten Siak mencapai 101.
"Riau memang kembali berasap," ujar Agus Wibowo, Kepala Divisi Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sementara dari hasil pantauan satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA)-18 pada Selasa (25/03/2014) pukul 18.00 WIB terdapat 41 titik panas (hotspot). Jumlah ini meningkat dari pantauan sehari sebelumnya yang hanya memantau 5 titik panas.
Sebanyak 41 hotspot tersebut tersebar di
Kabupaten Rokan Hilir 12 titik, Bengkalis 11 titik, Dumai 7 titik, Siak 5
titik, Pelalawan 3 titik dan Kepulauan Meranti 3 titik. Sedangkan, pantauan
dari Satgas Pasukan Darat menunjukan ada 28 titik kebakaran besar di lapangan.
Slamet Riyadi, analis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, menjelaskan kabut asap tipis ini muncul kembali karena Riau kembali dilanda cuaca kering. Cuaca ini terjadi akibat adanya siklon tripis. Hujan diperkirakan akan turun pada 28 Maret mendatang. (ima rusdiana)
Slamet Riyadi, analis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, menjelaskan kabut asap tipis ini muncul kembali karena Riau kembali dilanda cuaca kering. Cuaca ini terjadi akibat adanya siklon tripis. Hujan diperkirakan akan turun pada 28 Maret mendatang. (ima rusdiana)
Opini : dari musibah yang melanda
wilayah Riau ini menyebabkan banyak daerah
yang terkena dampaknya sebanyak 41 spot dari 5 titik panas di Riau yang
memiliki potensi udara yang berbahaya oleh sebab itu masyarakat harus siaga
terhadap abut asap yang tebal ini karena telah mencapai tingkat 500 Psi dengan
indeks diatas angka 300 populasi udara tersebut di katakan hazardous oleh karna
itu dari pihak Riau dan masyarakat harus tetap memakai masker dan berhati hati
saat keluar rumah untuk melakukan aktifitasnya karna kondisi yang berbahaya ini
atau agar dihimbau agar masyarakat tidak keluar rumah untuk melakukan aktifitas
yang tidak terlalu di perlukan selama kondisi masih berbahaya.
Metode Sampling
Dalam
perencanaan suatu penelitian,peneliti dihadapkan pada pilihan untuk mempelajari
keseluruhan unsure populasi (manusia atau benda) atau mempelajari hanya
sebagian unsure yang diambil dari bagian atau populasi yang lebih besar.
Sampling terdiri dari berbagai jenis. Dalam perencanaan sampling akan ditentukan bagaimana unsure diambil dari populasi yang lebih besar atau populasi induk dan berapa jumlah unsure yang akan diambil.
Sampling terdiri dari berbagai jenis. Dalam perencanaan sampling akan ditentukan bagaimana unsure diambil dari populasi yang lebih besar atau populasi induk dan berapa jumlah unsure yang akan diambil.
Perencanaan sampling probabilitas
Perencanan
yang menentukan probabilitas atau besarnya kemungkinan setiap unsure dijadikan
sampel. Factor pengawasan yang mendasari semua perencanaan sampling
probabilitas yang utama ialah sifat keacakan. Perencanaan sampling probabilitas yang biasa digunakan mencakup :
•
Sampling acak sederhana (simple random sampling)
Pengambilan
sampel dalam teknik random ini, peneliti ini memperkirakan sampel dalam
populasi berkedudukan sama dari segi2 yang akan diteliti.
•
Sampling acak distratifikasi secara proposional
Jika
penelitian kita memerlukan data bertingkat, berstrata atau bergelombang dan
berlapis2.
•
Sampling acak distratifikasi secara tidak proposional
Teknik
ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tapi
kurang proposional.
•
Sampling area atau gugus (area or cluster sampling)
Teknik
sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti
atau sumber data sangat luas.
Perencanaan sampling nonprobabilitas
Teknik
pengambilan sampel tidak member peluang/kesempatan sama bagi setiap anggota
populasi untuk dipilih menjadi sampel. Tujuan umum dari perencanaan sampling
probabilitas ialah memperoleh gambaran kasar dari sekumpulan unsure sampel.
Dalam sampel non probabilitas sukar untuk menentukan jumlah kesalahan sampling, sehingga peneliti tidak dapat menggeneralisasikan secara langsung beberapa temuannya dengan populasi yang lebih besar. Ini karena populasi yang ada sebagian besar tidak teridentifikasi dengan salah satu atau semua variasi sampling nonprobabilitas. Perencanaan sampling non probabilitas yang biasa digunakan mencakup:
Dalam sampel non probabilitas sukar untuk menentukan jumlah kesalahan sampling, sehingga peneliti tidak dapat menggeneralisasikan secara langsung beberapa temuannya dengan populasi yang lebih besar. Ini karena populasi yang ada sebagian besar tidak teridentifikasi dengan salah satu atau semua variasi sampling nonprobabilitas. Perencanaan sampling non probabilitas yang biasa digunakan mencakup:
•
Sampling sistematik
Teknik
pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi
nomor urut. Sampling sistematik biasanya digunakan dalam traffic survey atau
marketing research.
•
Sampling kuota
Teknik
untuk menentukan sampel secara bebas dari populasi yang mempunyai ciri-ciri
tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.
•
Sampling aksidental
Teknik
penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang kebetulan bertemu
dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang
kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
•
Sampling purposive
Teknik
penentuan sampel untuk tujuan tertentu saja. Misalnya pada penelitian tentang
disiplin pegawai, maka sampel yang dipilih adalah orang yang ahli dalam bidang
kepegawaian saja.
•
Sampling bola salju (snowball sampling)
Teknik
penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh
memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel. Begitu seterusnya, sehingga
jumlah sampel semakin banyak.
•
Sampling saturasi
Sama
sekali bukan sampling, karena metode tersebuit didefenisikan sebagai perolehan
semua unsure sampel dalam suatu populasi tertentu yang mempunyai karakteristik
yang diinginkan peneliti.
•
Sampling dense
Sampling
secara padat. Terletak diantara sampling acak sederhana dan sampling saturasi.
Dengan menaikkan fraksi sampling menjadi satu setengah dan mengambil mayoritas
responden yang memiliki sifat atau karakter yang diinginkan peneliti bisa
dianggap sampling dense.






